Selasa, 01 Desember 2020
LITOSFER
Minggu, 22 November 2020
PENGARUH INTERAKSI DESA-KOTA
GEOGRAFI XII
Wujud interaksi desa-kota yang paling sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari al:
1. Pergerakan barang dari desa ke kota atau sebaliknya
2. Pergerakan gagsan dan informasi, terutama dari kota ke desa
3. Adanya komunikasi penduduk antara kedua wilayah tersebut
4. Pergerakan manusia, baik dalam bentuk rekreasi, urbanisasi, ruralisasi, dan atau mobilitas penduduk baik yang sifatnya sirkulasi maupun komutasi
Pengaruh positif yang timbul dari adany interaksi desa-kota al:
1. Tingkat pengetahuan penduduk meningkat
2. Adanya lembaga pendidikan di pedesaan dapat memberikan sumbangan yang berarti dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan penduduk untuk turut serta dalam pembangunan
3. Melalui pengembangan sarana dan prasarana transportasi yang menghubungkan desa-kota , wilayah pedesaan akan semakin terbuka dengan tetap seleksi dalam menerima pola hidup kota
4. Masuknya unsur teknologi ke wilayah pedesaan
5. Masuknya para ahli ke daerah pedesaan akan bermanfaat bagi penduduk pedesaan, terutama di dalam menciptakan berbagai peluang yang berorientasi ekonomi
6. Adanya hubungan yang lancar desa-kota, manfaatnya tidak saja dirasakan oleh penduduk desa, tetapi juga penduduk perkotaan
Minggu, 15 November 2020
ZONA INTERAKSI DESA-KOTA
GEOGRAFI XII
Suatu wilayah kota yang berinteraksi dengan wilayah pedesaan, kekuatan hubungannya biasanya sesuai dengan jarak ke pusat kota dan membentuk wilayah tertentu. Semakin jauh letak suatu daerah dari pusat kota, maka semakin lemah interaksinya dengan pusat kota tersebut. Wilayah-wilayah interaksi tersebut membentuk lingkaran-lingkaran yang dimulai di pusat kota sampai ke wilayah pedesaan. Menurut Bintarto, wilayah-wilayah atau zona interaksi adalah:
1. City, diartikan sebagai pusat kota
2. Sub-urban(sub daerah perkotaan), yaitu suatu wilayah yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota. Wilayah ini merupakan tempat tinggal para penglaju
3. Sub-urban fringe (jalur tepi sub daerah perkotaan), yaitu suatu wilayah yang dilingkari sub daerah perkotaan. Wilayah ini merupakan peralihan daerah kota-desa
4. Urban fringe (jalur tepi daerah perkotaan paling luar), yaitu semua batas wilayah terluar suatu kota. Wilayah ini ditandai dengan sifat-sifatnya yang mirip dengan wilayah kota, kecuali dengan wilayah pusat kota
5. Rural Urban fringe (jalur batas desa-kota), yaitu suatu wilayah yang terletak antara kota dan desa yang ditandai dengan pola penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan non-pertanian
6. Rural (daerah pedesaan)
Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi
Pola dan kekuatan interaksi antara dua wilayah atau lebih sangat dipengaruhi oleh keadaan alam dan sosial daerah tersebut, serta kemudahan-kemudahan yang dapat mempercepat proses hubungan kedua wilayah tersebut. Menurut Edward Ullman ada 3 faktor utama yang mendasar atau mempengaruhi timbulnya interaksi antar wilayah, yaitu:
1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (Regional Complementarity)
2. Adanya kesempatan untuk berintervensi (Interventing Opportunity)
3. Adanya kemudahan tranfer atau pemindahan dalam ruang (Spatial Tranfer Ability)
Jumat, 02 Oktober 2020
KERUANGAN KOTA
GEOGRAFI
Pengertian Kota sebagai berikut:
1. Menurut Bintarto, yaitu kesatuan jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dandiwarnai dengan stratasosial ekonomi heterogen serta coraknya lebih materialistis di banding dengan daerah dibelakangnya
2. Menurut Max Weber, yaitu suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Ciri kota antara lain pasar sebagai benteng serta mempunyai sistem hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.
3. Kota menurut Grunfeld, yaitu pemukiman dengan kepadatan penduduk yang lebih tinggi dari pada kepadatan penduduk nasional, struktur mata pencaharian nonagraris, dan sistem penggunaan tanah yang beraneka ragam, serta ditutupi gedung-gedung tinggi yang lokasinya berdekatan.
4, Kota menurut Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yaitu kawasan perkotaan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan pendistribus pelayanan jasa pemerintahan , pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi
Selasa, 29 September 2020
POLA PERMUKIMAN DESA
GEOGRAFI
Bintarto berpendapat bahwa pola permukiman penduduk desa ada enam macam yakni:
1. Pola memanjang jalan
2. Pola memanjang sungai
3. Pola memanjang pantai
4. Pola memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api
5. Pola radial yang merupakan pola permukiman yang terjadi di lereng gunung
6. Pola tersebar
N. Daljuni berpendapat bahwa pola permukiman desa ada empat macam yakni:
1. Pola desa linier
2. Pola desa yang memanjang mengikuti garis pantai
3. Pola desa terpusat, terjadi pada daerah pegunungan
4. Pola desa yang mengelilingi fasilitas
KLASIFIKASI DESA
GEOGRAFI
Desa dibentuk oleh penggabungan unsur, karakteristik,dan struktur khas yang dapat membedakannya dengan kota. Hasil penggabungan tersebut menghasilkan potensi dan fungsi desa.
Penginderaan Jauh untuk kajian transportasi
Tata guna lahan adalah wujud dalam ruang di alam mengenai bagaimana penggunaan lahan tertata, baik secara alami maupun direncanakan Faktor...
-
GEOGRAFI KELAS X Pengertian Peta: 1. Menurut Internasional Cartographic Association (ICA), peta adalah suatu gambaran permukaan ...
-
GEOGRAFI KELAS X Syarat pokok pembuatan peta: 1. Conform, yaitu bentuk dari sebuah peta yang digambar harus sebangun dengan keadaa...
-
Transportasi adalah serangkaian simpul dan ruang kegiatan atau kawasan yang dihubungkan oleh ruang lalu lintas sehingga membentuk satu kesat...