Minggu, 15 November 2020

ZONA INTERAKSI DESA-KOTA

 GEOGRAFI XII

Suatu wilayah kota yang berinteraksi dengan wilayah pedesaan, kekuatan hubungannya biasanya sesuai dengan jarak ke pusat kota  dan membentuk wilayah tertentu. Semakin jauh letak suatu daerah dari pusat kota, maka semakin lemah interaksinya dengan pusat kota tersebut. Wilayah-wilayah interaksi tersebut membentuk lingkaran-lingkaran yang dimulai di pusat kota sampai ke wilayah pedesaan. Menurut Bintarto, wilayah-wilayah atau zona interaksi adalah:

1. City, diartikan sebagai pusat kota

2. Sub-urban(sub daerah perkotaan), yaitu suatu wilayah yang lokasinya berdekatan dengan pusat kota. Wilayah ini merupakan tempat tinggal para penglaju

3. Sub-urban fringe (jalur tepi sub daerah perkotaan), yaitu suatu wilayah yang dilingkari sub daerah perkotaan. Wilayah ini merupakan peralihan daerah kota-desa

4. Urban fringe (jalur tepi daerah perkotaan paling luar), yaitu semua batas wilayah terluar suatu kota. Wilayah ini ditandai dengan sifat-sifatnya yang mirip dengan wilayah kota, kecuali dengan wilayah pusat kota

5. Rural Urban fringe (jalur batas desa-kota), yaitu suatu wilayah yang terletak antara kota dan desa yang ditandai dengan pola penggunaan lahan campuran antara sektor pertanian dan non-pertanian

6. Rural (daerah pedesaan)

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi

Pola dan kekuatan interaksi antara dua wilayah atau lebih sangat dipengaruhi oleh keadaan alam dan sosial daerah tersebut, serta kemudahan-kemudahan yang dapat mempercepat  proses hubungan kedua wilayah tersebut. Menurut Edward Ullman ada 3 faktor utama yang mendasar atau mempengaruhi timbulnya interaksi antar wilayah, yaitu:

1. Adanya wilayah-wilayah yang saling melengkapi (Regional Complementarity)

2. Adanya kesempatan untuk berintervensi (Interventing Opportunity)

3. Adanya kemudahan tranfer atau pemindahan dalam ruang (Spatial Tranfer Ability)


DOWNLOAD

Jumat, 02 Oktober 2020

KERUANGAN KOTA

 GEOGRAFI

Pengertian Kota sebagai berikut:

1. Menurut Bintarto, yaitu kesatuan jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan kepadatan penduduk yang tinggi dandiwarnai dengan stratasosial ekonomi heterogen serta coraknya lebih materialistis di banding dengan daerah dibelakangnya

2. Menurut Max Weber, yaitu suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal. Ciri kota antara lain pasar sebagai benteng serta mempunyai sistem hukum tersendiri dan bersifat kosmopolitan.

3. Kota menurut Grunfeld, yaitu pemukiman dengan kepadatan penduduk yang lebih tinggi dari pada kepadatan penduduk nasional, struktur mata pencaharian nonagraris, dan sistem penggunaan tanah yang beraneka ragam, serta ditutupi gedung-gedung tinggi yang lokasinya berdekatan.

4, Kota menurut Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, yaitu kawasan perkotaan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai sebagai tempat pemukiman perkotaan, pemusatan dan pendistribus pelayanan jasa pemerintahan , pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi

DOWNLOAD

Selasa, 29 September 2020

POLA PERMUKIMAN DESA

 GEOGRAFI

Bintarto berpendapat bahwa pola permukiman penduduk desa ada enam macam yakni:

1. Pola memanjang jalan

2. Pola memanjang sungai

3. Pola memanjang pantai 

4. Pola memanjang pantai dan sejajar jalan kereta api

5.  Pola radial yang merupakan pola permukiman yang terjadi di lereng gunung

6. Pola tersebar


N. Daljuni berpendapat bahwa pola permukiman desa ada empat macam yakni:

1. Pola desa linier

2. Pola desa yang memanjang mengikuti garis pantai

3. Pola desa terpusat, terjadi pada daerah pegunungan

4. Pola desa yang mengelilingi fasilitas

DOWNLOAD

 POLA PERMUKIMAN DESA

Pola permukiman desa umumnya berupa pola keruangan yang dibentuk menyesuaikan kondisi alam sekitarnya.



KLASIFIKASI DESA

 GEOGRAFI

Desa dibentuk oleh penggabungan unsur, karakteristik,dan struktur khas yang dapat membedakannya dengan kota. Hasil penggabungan tersebut menghasilkan potensi dan fungsi desa.




Sabtu, 22 Agustus 2020

PENILAIAN WILAYAH

 GEOGRAFI 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pusat Pertumbuhan:

Suatu wilayah tidak dapat tumbuh bersama-sama dengan teratur. Ada wilayah yang tumbuh secara alami dan ada  yang tumbuh karena campur tangan manusia. Tumbuhnya suatu bagian wilayah dengan cepat akan memengaruhi pertumbuhan wilayah sekitarnya. Faktor yang memengaruhi pertumbuhan sebagai berikut.

1. Sumber daya alam artinya daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam berpotensi menjadi pusat pertumbuhan. Contohnya kegiatan penambangan di suatu daerah memacu kegiatan ekonomi dan membuka lapangan pekerjaan

2. Sumber daya manusia artinya tenaga kerja yang ahli, teampil, dan profesional dibutuhkan untuk mengelola sumber daya alam

3. Kondisi fisiografis/lokasi artinya lokasi yang strategis memudahkan transportasi dan angkutan barang. Daerah dataran rendah lebih cepat berkembang dibandingkan daerah pegunungan

4. Fasilitas penunjang artinya fasilitas penunjang seperti jalan, jaringan listrik, jaringan telepon, pelabuhan, dan air bersih mendukung perkembangan dan pusat pertumbuhan


DOWNLOAD


Minggu, 28 Juni 2020

KONSEP WILAYAH DAN TATA RUANG 3

GEOGRAFI

Interaksi wilayah pertumbuhan dapat dilihat dari aspek ekonomi yaitu merangsang tumbuhnya kegiatan ekonomi lain di suatu wilayah. Dari aspek sosial, interaksi wilayah pertumbuhan memicu perubahan kondisi sosial suatu masyarakat seperti pola migrasi. Dari aspek budaya dapat berpengaruh terhadap perilaku masyarakat.

Pendekatan wilayah dalam pembangunan Indonesia dilaksanakan dengan optimalisasi potensi daerah melalui pembentukan pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Pulau Jawa. Hal ini bertujuan mencapai pembangunan yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

Produk perencanaan tata ruang di Indonesia yaitu berupa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). RTRW di Indonesia tertuang dalam perencanaan tata ruang wilayah nasional, perencanaan tata ruang wilayah provinsi, dan perencanaan tata ruang wilayah kabupaten/kota.

Wilayah geografis pembangunan diintegrasikan dalam upaya percepatan pembangunan nasional dengan menerapkan sistem regionalisasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Bappenas membagi Indonesia menjadi wilayah pembangunan utama dan wilayah pembangunan. Pembangunan koridor ekonomi Indonesia bertujuan menekankan pembangunan berbasis potensi wilayah untuk mencapai pembangunan secara kompetitif dan berkelanjutan.

Download disini

Penginderaan Jauh untuk kajian transportasi

 Tata guna lahan adalah wujud dalam ruang di alam mengenai bagaimana penggunaan lahan  tertata, baik secara alami maupun direncanakan Faktor...