GEOGRAFI X
Tenaga Endogen merupakan tenaga pembentuk muka bumi yang berasal dari dalam bumi. Adapun yang termasuk dalam tenaga endogen adalah vulkanisme, tektonisme, dan seisme.
Vulkanisme merupakan peristiwa yang terjadi karena aktivitas magma dalam perut bumi.
Tektonisme adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan letak lipatan dan patahan pada kulit bumi dan juga batuan.
Seisme merupakan getaran yang terjadi pada kulit bumi yang terjadi akibat adanya tumpukan energi yang berasal dari dasar bumi yang disebut sebagai episentrum.
Download
Kamis, 13 Februari 2020
Senin, 10 Februari 2020
SOAL LATIHAN
GEO XII
Tujuan diadakan perjanjian kerja sama bilateral al:
1. Untuk saling melengkapi berbagai bahan kbutuhan, baik
kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier pada kedua negara.
2. Saling memasarkan produk-produk yang dimiliki kedua negara
tersebut untuk mendapatkan keuntungan yang lebih tinggi
3. Untuk memperoleh berbagai pengalaman dan pandangan yang
dapat dijadikan sebagai bahan tolak ukur dalam mengatur suatu
negara menjadi lebih baik lagi
4. Menjadikan kerjasama sebagai pengikat hubungan persahabatan
antara kedua negara agar tidak adanya suatu perselisihan yang
berat yang tidak dapat ditangani melalui jalan diplomasi
5. Dapat meningkatkan kinerja setiap negara agar bisa
menghasilkan segala sesuatu yang lebih baik bermanfaat, dan
dapat menjadikan suatu kemajuan pada kedua negara tersebut
6. Untuk memperoleh investor untuk kemajuan perekonomian
suatu negara, dimana investor tersebut dapat digunakan sebagai
sustu modal yang dapat dimanfaatkan untuk kemajuan suatu
negara
7. Sebagai media peningkat segala aspek-aspek yang ada pada
kedua negara
download
Selasa, 19 November 2019
LATIAN X
GEOGRAFI X
Cara pengelolaan SIG sebagai suatu sistem pada prinsipnya terdiri atas tiga subsistem:
1. Subsistem masukan (input subsystem), yaitu pengumpulan data objek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukan dalam topik geografi yang akan diinformasikan. Data tersebut diolah dan disajikan dalam pentuk peta, bagan, grafik atau tabel. Input data SIG dapat diperoleh dari peta, tabel, foto udara, citra satelit, dan hasil survei lapangan.
2. Subsistem pengolahan dan penyimpanan data (processing and storage subsystem), yaitu penyimpanan data yang memungkinkan untuk dipanggil kembali secara tepat dan akurat. Adapun data yang diolah atau dikelola ada dua macam, yaitu: 1).Data keruangan atau data grafis atau data spasial, 2).Data deskriptif atau data atribut. Pengumpulan data dan pengolahan data geografis dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1).Pengindraan jauh berupa foto udata, citra radar, dan citra satelit. 2).Data teristis (pengukuran langsung di medan atau di lapangan) yang tidak dapat dipantau dari jauh, misalnya, kepadatan penduduk dan batas wilayah administrasi.
3. Subsistem penyajian (output subsystem), yaitu penyajian semua data atau sebagian data dalam bentuk tabel, peta file elektronik (digital), dan grafik.
DOWNLOAD
Cara pengelolaan SIG sebagai suatu sistem pada prinsipnya terdiri atas tiga subsistem:
1. Subsistem masukan (input subsystem), yaitu pengumpulan data objek material geografi yang mendukung dan dapat dimasukan dalam topik geografi yang akan diinformasikan. Data tersebut diolah dan disajikan dalam pentuk peta, bagan, grafik atau tabel. Input data SIG dapat diperoleh dari peta, tabel, foto udara, citra satelit, dan hasil survei lapangan.
2. Subsistem pengolahan dan penyimpanan data (processing and storage subsystem), yaitu penyimpanan data yang memungkinkan untuk dipanggil kembali secara tepat dan akurat. Adapun data yang diolah atau dikelola ada dua macam, yaitu: 1).Data keruangan atau data grafis atau data spasial, 2).Data deskriptif atau data atribut. Pengumpulan data dan pengolahan data geografis dilakukan dengan dua cara, yaitu: 1).Pengindraan jauh berupa foto udata, citra radar, dan citra satelit. 2).Data teristis (pengukuran langsung di medan atau di lapangan) yang tidak dapat dipantau dari jauh, misalnya, kepadatan penduduk dan batas wilayah administrasi.
3. Subsistem penyajian (output subsystem), yaitu penyajian semua data atau sebagian data dalam bentuk tabel, peta file elektronik (digital), dan grafik.
DOWNLOAD
LATIAN 3
GEOGRAFI XI
Menurut Daldjoeni , zona interaksi desa dan kota berbentuk konsentrik:
1. City, yaitu inti/pusat kota yang dikelilingi zona suburban (faubourgh)
2. Suburban atau subdaerah perkotaan, yaitu daerah di dekat inti kota yang merupakandaerah penglaju (commuters)
3. Suburban fringe atau jalur tepi subdaerah perkotaan, yaitu daerah yang melingkari suburban atau peralihan antara kota dan desa
4. Urban fringe atau jalur tepi daerah perkotaan paling luar, yaitu daerah batas luar kota yang bersifat mirip kota, kecuali dengan wilayah pusat kota
5. Rural urban fringe atau jalur batas desa dan kota, yaitu daerah antara kota dan desa dengan penggunaan lahan campuran untuk bidang pertanian dan non pertanian
6. Rural, yaitu daerah pedesaan.
Zona suburban fringe hingga zona rural urban fringe memiliki suasana kehidupan seperti kota sehingga disebut daerah perkotaan
Zona pusat kegiatan biasanya dikelilingi oleh:
a. Lokasi pertokoan dan perdagangan, mempertimbangkan faktor aksesibilitas, kberadaan saran dan prasarana, komposisi penduduk, kemampuan tanah, tingkat keamanan, harga tanah, dan kriteria toko.
b. Lokasi industri, dapat dijumpai di zona pinggiran (periphery of city), zona didekat daerah perdagangan (trade districts), zona di sepanjang jalur lalu lintas angkutan berat (heavy freights traffic).
Download
Menurut Daldjoeni , zona interaksi desa dan kota berbentuk konsentrik:
1. City, yaitu inti/pusat kota yang dikelilingi zona suburban (faubourgh)
2. Suburban atau subdaerah perkotaan, yaitu daerah di dekat inti kota yang merupakandaerah penglaju (commuters)
3. Suburban fringe atau jalur tepi subdaerah perkotaan, yaitu daerah yang melingkari suburban atau peralihan antara kota dan desa
4. Urban fringe atau jalur tepi daerah perkotaan paling luar, yaitu daerah batas luar kota yang bersifat mirip kota, kecuali dengan wilayah pusat kota
5. Rural urban fringe atau jalur batas desa dan kota, yaitu daerah antara kota dan desa dengan penggunaan lahan campuran untuk bidang pertanian dan non pertanian
6. Rural, yaitu daerah pedesaan.
Zona suburban fringe hingga zona rural urban fringe memiliki suasana kehidupan seperti kota sehingga disebut daerah perkotaan
Zona pusat kegiatan biasanya dikelilingi oleh:
a. Lokasi pertokoan dan perdagangan, mempertimbangkan faktor aksesibilitas, kberadaan saran dan prasarana, komposisi penduduk, kemampuan tanah, tingkat keamanan, harga tanah, dan kriteria toko.
b. Lokasi industri, dapat dijumpai di zona pinggiran (periphery of city), zona didekat daerah perdagangan (trade districts), zona di sepanjang jalur lalu lintas angkutan berat (heavy freights traffic).
Download
Senin, 28 Oktober 2019
PENILAIAN HARIAN PEMETAAN
GEOGRAFI
Unsur-unsur Interpretasi Citra
1. Rona adalah tingkat gelap cerahnya objek pada citra.
2. Bentuk adalah pengenalan objek pada citra berdasarkan
bentuknya. Contoh gedung sekolah pada umumnya berbentuk
menyerupai I, L, atau U.
3. Ukuran adalah ciri objek berupa jarak, luas, tinggi lereng, dan
volume. Contoh :lapangan olah raga sepak bola dicirikan oleh
bentuk segi empat dan ukuran yang tetap sekitar 80-100 m.
4. Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra, dinyatakan
dalam ukuran; kasar, sedang,dan halus.
5. Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai
banyaknya objek buatan manusia dan beberapa objek alamiah.
Contoh pemukiman transmigrasi dikenali dengan pola yang
teratur yaitu ukuran rumah yang jaraknya seragam, dan selalu
menghadap kejalan.
6. Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lai disekitarnya.
Contoh; pemukiman pada umumnya memanjang di tepi jalan
raya.
7. Bayangan bersifat menyembunyikan objek yang berada di
daerah gelap. Contoh; cerobong asap dan menara tampak lebih
jelas karena adanya bayangan.
8. Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek
yang lain. Contoh; stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan
kereta api yang jumlahnya lebih dari satu atau bercabang.
Langkah-langkah Interpretasi Citra
1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global, baik yang
tampak maupun yang tidak tampak
2. Identifikasi adalah kegiatan untuk mengenali objek yang
tergambar pada citra yang dapat dikenali berdasarkanciri yang
terekam oleh sensor
3. Pengenalan akhir (Recognition) diartikan sebagai pengerjaan
ciri-ciri yang terekam kemudian disimpulkan objek apa yang
terekam.
SUB SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Data Input, bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan, dan
menyimpat data spasial dan data atribut dari berbagai sumber.
2. Data Output, bertugas untuk menampilkan atau menghasilkan
keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk
softcopy maupun hardcopy seperti halnya tabel, grafik, report,
peta
3. Data Management, mengorganisasikan baik data spasial maupun
tabel-tabel atribut terkait ke dalam sebuah sistem basis data
sedemikian rupa hingga mudah dipanggil kembali atau di
retrieve, diupdate, dan diedit.
4. Data Manipulation dan Analysis, menentukan informasi-
informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG
KOMPONEN-KOMPONEN DALAM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Hardwere (Perangkat keras)
a. Input data: mouse, digitizer, scanner
b. Olah data: harddisk, processor, RAM, VGA Card
c. Output data: plotter, printer, sceening
2. Softwere (Perangkat lunak)
a. Alat untuk memasukan dan memanipulasi data SIG
b. Data Base Managemen System (DBMS)
c. Alat untuk menganalisis data-data
d. Alat untuk menampilkan data dan hasil analisis
3. SDM/User , manusia adalah perencana danpengguna dari
Sistem Informasi Geografis
4. Data; data spasial dan data atribut
DOWNLOAD
Unsur-unsur Interpretasi Citra
1. Rona adalah tingkat gelap cerahnya objek pada citra.
2. Bentuk adalah pengenalan objek pada citra berdasarkan
bentuknya. Contoh gedung sekolah pada umumnya berbentuk
menyerupai I, L, atau U.
3. Ukuran adalah ciri objek berupa jarak, luas, tinggi lereng, dan
volume. Contoh :lapangan olah raga sepak bola dicirikan oleh
bentuk segi empat dan ukuran yang tetap sekitar 80-100 m.
4. Tekstur adalah frekuensi perubahan rona pada citra, dinyatakan
dalam ukuran; kasar, sedang,dan halus.
5. Pola atau susunan keruangan merupakan ciri yang menandai
banyaknya objek buatan manusia dan beberapa objek alamiah.
Contoh pemukiman transmigrasi dikenali dengan pola yang
teratur yaitu ukuran rumah yang jaraknya seragam, dan selalu
menghadap kejalan.
6. Situs adalah letak suatu objek terhadap objek lai disekitarnya.
Contoh; pemukiman pada umumnya memanjang di tepi jalan
raya.
7. Bayangan bersifat menyembunyikan objek yang berada di
daerah gelap. Contoh; cerobong asap dan menara tampak lebih
jelas karena adanya bayangan.
8. Asosiasi adalah keterkaitan antara objek yang satu dengan objek
yang lain. Contoh; stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan
kereta api yang jumlahnya lebih dari satu atau bercabang.
Langkah-langkah Interpretasi Citra
1. Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global, baik yang
tampak maupun yang tidak tampak
2. Identifikasi adalah kegiatan untuk mengenali objek yang
tergambar pada citra yang dapat dikenali berdasarkanciri yang
terekam oleh sensor
3. Pengenalan akhir (Recognition) diartikan sebagai pengerjaan
ciri-ciri yang terekam kemudian disimpulkan objek apa yang
terekam.
SUB SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Data Input, bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan, dan
menyimpat data spasial dan data atribut dari berbagai sumber.
2. Data Output, bertugas untuk menampilkan atau menghasilkan
keluaran seluruh atau sebagian basis data baik dalam bentuk
softcopy maupun hardcopy seperti halnya tabel, grafik, report,
peta
3. Data Management, mengorganisasikan baik data spasial maupun
tabel-tabel atribut terkait ke dalam sebuah sistem basis data
sedemikian rupa hingga mudah dipanggil kembali atau di
retrieve, diupdate, dan diedit.
4. Data Manipulation dan Analysis, menentukan informasi-
informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG
KOMPONEN-KOMPONEN DALAM SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS
1. Hardwere (Perangkat keras)
a. Input data: mouse, digitizer, scanner
b. Olah data: harddisk, processor, RAM, VGA Card
c. Output data: plotter, printer, sceening
2. Softwere (Perangkat lunak)
a. Alat untuk memasukan dan memanipulasi data SIG
b. Data Base Managemen System (DBMS)
c. Alat untuk menganalisis data-data
d. Alat untuk menampilkan data dan hasil analisis
3. SDM/User , manusia adalah perencana danpengguna dari
Sistem Informasi Geografis
4. Data; data spasial dan data atribut
DOWNLOAD
Kamis, 24 Oktober 2019
STRUKTUR KERUANGAN DAN PERKEMBANGAN KOTA 2
GEOGRAFI XII
Tingkat perkembangan kota berdasar jumlah penduduk kota ,National Urban Development Strategy/NUDS (1985) :
1. Kota metropolitan, jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 jiwa.
2. Kota besar, jumlah penduduk 500.000 - 1.000.000 jiwa.
3. Kota menengah, jumlah penduduk 100.001 - 500.000 jiwa.
4. Kota kecil A, jumlah penduduk 500.001 - 100.000 jiwa.
5. Kota kecil B, jumlah penduduk 20.000 - 50.000 jiwa.
Tahap perkembangan kota, Lewis Mumford (1961):
1. Tahap Eopolis, perkembangan desa yang teratur menuju arah
kehidupan kota.
2. Tahap Polis, perkembangan kota yang sebagian penduduknya
masih berorientasi pada sektor agraris
3. Tahap Metropolis, perkembangan kota yang telah mengarah
pada kegiatan industri.
4. Tahap Megapolis, wilayah perkotaan yang terdiri atas gabungan
beberapa kota metropolis.
5. Tahap Tryanopolis, perkembangan kota ditandai dengan
kekacauan, kemacetan lalu lintas, dan tingkat kriminalitas tinggi.
6. Tahap nekropolis, suatu kota yang mulai ditinggalkan
penduduknya dan menjadi kota mati.
Fungsi kota (Gist N.P. dan Halbert L.A.):
1. Kota pusat industri.
2. Kota pusat perdagangan.
3. Kota pusat politik.
4. Kota pusat kebudayaan.
5. Kota pusat rekreasi atau kesehatan.
Potensi Kota:
1. Potensi ekonomi.
2. Potensi budaya
3. Potensi sosial.
4. Potensi politik.
DOWNLOAD
Tingkat perkembangan kota berdasar jumlah penduduk kota ,National Urban Development Strategy/NUDS (1985) :
1. Kota metropolitan, jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 jiwa.
2. Kota besar, jumlah penduduk 500.000 - 1.000.000 jiwa.
3. Kota menengah, jumlah penduduk 100.001 - 500.000 jiwa.
4. Kota kecil A, jumlah penduduk 500.001 - 100.000 jiwa.
5. Kota kecil B, jumlah penduduk 20.000 - 50.000 jiwa.
Tahap perkembangan kota, Lewis Mumford (1961):
1. Tahap Eopolis, perkembangan desa yang teratur menuju arah
kehidupan kota.
2. Tahap Polis, perkembangan kota yang sebagian penduduknya
masih berorientasi pada sektor agraris
3. Tahap Metropolis, perkembangan kota yang telah mengarah
pada kegiatan industri.
4. Tahap Megapolis, wilayah perkotaan yang terdiri atas gabungan
beberapa kota metropolis.
5. Tahap Tryanopolis, perkembangan kota ditandai dengan
kekacauan, kemacetan lalu lintas, dan tingkat kriminalitas tinggi.
6. Tahap nekropolis, suatu kota yang mulai ditinggalkan
penduduknya dan menjadi kota mati.
Fungsi kota (Gist N.P. dan Halbert L.A.):
1. Kota pusat industri.
2. Kota pusat perdagangan.
3. Kota pusat politik.
4. Kota pusat kebudayaan.
5. Kota pusat rekreasi atau kesehatan.
Potensi Kota:
1. Potensi ekonomi.
2. Potensi budaya
3. Potensi sosial.
4. Potensi politik.
DOWNLOAD
Selasa, 08 Oktober 2019
PENILAIAN DESA
GEOGRAFI
XII
Potensi Fisik Desa
a. Tanah/lahan : lahan pertanian menjadi modal bagi penduduk
desa yang diwariskan secara turun temurun
b. Air: dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,
irigasi pertanian dan hewan ternak.
c. Ternak: desa merupakan sumber penghasil hewan ternak
d. Penduduk: penduduk desa dengan jumlah besar menjadi
sumber tenaga kerja desa.
Potensi Penduduk Desa
a. Gotong Royong: didukung oleh ikatan kekeluargaan yang erat
(gemeinschaft) menjadi fondasi kuat bagi pembangunan desa
secara berkelanjutan.
b. Aparatur Desa: berperan penting dalam pembangunan
lingkungan desa
c. Lembaga Sosial: berperan memajukan desa di berbagai bidang pemerintahan, kesehatan,ekonomi, dan pendidikan
Fungsi desa bagi perkembangan daerah sekitar:
1. Dalam interaksi desa-kota, desa berfungsi sebagai daerah
dukung (hinterland) atau daerah penyuplai bahan makanan
seperti padi, jagung, ketela, kacang, kedelai, buah-buahan, dan
sayuran.
2. Ditinjau dari potensi ekonomi, desa berfungsi sebagai lumbung
dan bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power)
3. Ditinjau dari kegiata kerja (occupation), desa dapat berfungsi
sebagai desa agraris, desa manufaktur, desa industri, dan desa
nelayan.
DOWNLOAD
XII
Potensi Fisik Desa
a. Tanah/lahan : lahan pertanian menjadi modal bagi penduduk
desa yang diwariskan secara turun temurun
b. Air: dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,
irigasi pertanian dan hewan ternak.
c. Ternak: desa merupakan sumber penghasil hewan ternak
d. Penduduk: penduduk desa dengan jumlah besar menjadi
sumber tenaga kerja desa.
Potensi Penduduk Desa
a. Gotong Royong: didukung oleh ikatan kekeluargaan yang erat
(gemeinschaft) menjadi fondasi kuat bagi pembangunan desa
secara berkelanjutan.
b. Aparatur Desa: berperan penting dalam pembangunan
lingkungan desa
c. Lembaga Sosial: berperan memajukan desa di berbagai bidang pemerintahan, kesehatan,ekonomi, dan pendidikan
Fungsi desa bagi perkembangan daerah sekitar:
1. Dalam interaksi desa-kota, desa berfungsi sebagai daerah
dukung (hinterland) atau daerah penyuplai bahan makanan
seperti padi, jagung, ketela, kacang, kedelai, buah-buahan, dan
sayuran.
2. Ditinjau dari potensi ekonomi, desa berfungsi sebagai lumbung
dan bahan mentah (raw material) dan tenaga kerja (man power)
3. Ditinjau dari kegiata kerja (occupation), desa dapat berfungsi
sebagai desa agraris, desa manufaktur, desa industri, dan desa
nelayan.
DOWNLOAD
Langganan:
Postingan (Atom)
Penginderaan Jauh untuk kajian transportasi
Tata guna lahan adalah wujud dalam ruang di alam mengenai bagaimana penggunaan lahan tertata, baik secara alami maupun direncanakan Faktor...
-
GEOGRAFI KELAS X Pengertian Peta: 1. Menurut Internasional Cartographic Association (ICA), peta adalah suatu gambaran permukaan ...
-
GEOGRAFI KELAS X Syarat pokok pembuatan peta: 1. Conform, yaitu bentuk dari sebuah peta yang digambar harus sebangun dengan keadaa...
-
KELAS XII GEOGRAFI Istilah pertumbuhan dalam geografi yang dimaksud, yaitu pertumbuhan pembangunan, baik pembangunan fisik wilayah maupu...